Indonesia career center network, menepis batas primordialisme, merajut solusi permasalahan SDM nasional.





oleh ITB Career Center



Saat ini di Indonesia telah tumbuh dan berkembang pusat-pusat karir yang berada di sebuah institusi perguruan tinggi. Meski jumlahnya masih relatif sedikit, perkembangan pusat karir tampak semakin lama semakin baik.





Di antara pusat karir tersebut, ada yang sudah mapan, cukup mapan, baru berdiri, atau bahkan baru direncanakan akan berdiri. Berawal dari gagasan untuk saling berkomunikasi, menjalin silaturahmi, saling memberi, mendukung, berbagi dan menguatkan, hingga suatu saat dapat membuat agenda bersama yang lebih konkrit dalam skala nasional, maka beberapa pertemuan telah digelar sejak di ITB untuk pertama kalinya pada tanggal 12 Desember 2015 (diikuti oleh 10 pusat karir), di ITS tanggal 14 Januari 2016 (20 pusat karir), dan di IPB tanggal 21 Januari 2016 (31 pusat karir), jejaring ini lahir, dibentuk dan disepakati dengan nama Indonesia Career Center Network (ICCN).


Kehadiran jejaring ini menjadi wadah atau sarana berbagi pengetahuan, pengalaman, konsultasi dan mencari solusi permasalahan dalam mengelola pusat karir di perguruan tinggi. Dengan jejaring ini juga diharapkan adanya percepatan dalam peningkatan peran, layanan dan profesionalisme pengelolaan pusat karir yang disesuaikan dengan karakter perguruan tinggi masing-masing. Lebih dari itu, jejaring ini juga menjadi sebuah konsekuensi dan kebutuhan sekaligus harapan untuk dapat menjawab tantangan di masa depan yang dihadapi oleh pusat karir itu sendiri khususnya, dan SDM lulusan perguruan tinggi pada umumnya.


Melalui jejaring ini diharapkan menjadi sarana bertemunya semua stakeholder yang berkaitan dengan SDM di Indonesia, baik dari unsur pemerintah di lintas kementerian, perguruan tinggi, perusahaan sebagai pengguna lulusan, berbagai asosiasi profesi, para mahasiswa dan alumni perguruan tinggi dan para pencari kerja itu sendiri. Tujuan akhirnya adalah peningkatan SDM di Indonesia.


ICCN merupakan sebuah era baru dimana persaingan atau kompetisi antar-perguruan tinggi sudah selayaknya ditinggalkan, khususnya dalam lingkup peningkatan kualitas SDM/lulusannya. Upaya kerjasama dan saling menguatkan perlu dikedepankan untuk masa depan SDM Indonesia yang lebih baik dan berkualitas, menuju persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).