Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Hanif Dhakiri mengatakan bahwa sumber daya manusia di Indonesia merupakan aset yang berharga bagi negeri, jauh nilainya dibandingkan SDM negara lain di ASEAN. Hal ini disampaikan Menaker pada perhelatan Indonesia Career Center Network (ICCN) Summit 2017 di IPB International Convention, Bogor. Acara tahunan kedua yang diselenggarakan pada 12-14 September 2017 ini diikuti oleh lebih dari 250 peserta dari 128 pusat karir perguruan tinggi di Indonesia. "Betul negara kita kaya akan sumber daya alam, tapi itu akan habis dan harus terus dimanfaatkan untuk anak cucu kita, kita harus bertransformasi pada sumber daya manusia Indonesia yang kaya raya pula," tambahnya.

  • ITB Career Center beserta turut hadir dalam perhelatan ICCN Summit 2017 di IPB International Convention, Bogor. Dengan tema, "Peran ICCN dalam Penguatan Pusat Karir untuk Peningkatan Daya Saing Global SDM Indonesia", Presiden ICCN sekaligus Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi juga memaparkan pentingnya pertemuan ICCN 2017 sebagai jembatan antara pengelola pusat karir, konsultan SDM, serta peneliti tracer study. "Selain untuk mengelola pusat karir, ICCN Summit 2017 juga merupakan ajang diskusi untuk menghadapi persoalan dan agenda nasional maupun internasional seperti Masyarakat Ekonmi ASEAN," tambahnya saat memberikan sambutan ICCN Summit pada Selasa (12/9/17).





Dalam keynote speakernya “Strategi Peningkatan Global Sumber Daya Manusia di Indonesia”, Menaker mengungkapkan bahwa permasalah tenaga kerja di Indonesia kerap dikesampingkan. Menurutnya, hal tersebut mampu menghambat pembangunan dan menciptakan ketimpangan.


Pemerintah ̶ dalam hal ini Menaker ̶ juga telah menyiapkan solusi untuk tantangan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Ini mencakup pengadaan vocational training, dimana terdapat empat provider utama yg disasar pemerintah untuk pengadaan subsidi training, yakni pemerintah, industri, pihak swasta, dan instruktur karir, dalam hal ini termasuk pusat karir. Tujuan yang diharapkan dari vocational training ini termasuk terobosan pemagangan berbasis jabatan sehingga jenjang karir setiap SDM di Indonesia progressif.“Pengangguran kita tinggi, tapi menurun persentasenya. Karnanya, pertemuan ICCN menjadi inisiasi yang penting agar setiap career center bertemu dan berupaya bersama menjembatani lulusan perguruan tinggi dengan dunia industri. Kita wajib membimbing dan membekali kemampuan tambahan lulusan perguruan tinggi untuk masuk pasar kerja, dengan asumsi lulusannya qualified," ujarnya saat memberikan sambutan Summit ICCN 2017 pada Selasa (12/9/17).

Melalui perkembangan teknologi dan riset, Menaker RI juga terus memanfaatkan peluang usaha yang mungkin bisa digunakan untuk perkembangan jaringan karir di Indonesia.


"Kita perlu merujuk pada perkembangan teknologi dan media. Di Singapura misalnya, job fair tak lagi diadakan secara konvensional, tapi lebih efektif melalui job fair virtual" ujarnya.