Bandung, ITB Career Center ̶ Indonesia Career Center Network (ICCN) bekerjasama dengan ITB Career Center berhasil menyelenggarakan Career Center Operation Network (CCOP) 1.0 di Aula Barat ITB, pada Senin (9/7/2018).


Sebanyak 46 universitas mengikuti perhelatan CCOP 1.0 hari pertama ini. Mereka datang dari berbagai universitas dari Sumatra Utara hingga Ujungpandang.


Presiden ICCN sekaligus Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi, ST., MT mengatakan, bahwa kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada 9-10 Juli 2018 ini merupakan program pelatihan pengelolaan pusat karir terbuka bagi seluruh universitas di Indonesia.


“CCOP 1.0 ini diikuti oleh partisipan yang sudah memiliki ataupun belum memiliki pusat karir di universitasnya. Disini kita membahas bagaimana membangun pusat karir, apa saja pelayanannya, bagaimana proses bisnis di dalam pusat karir, bagaimana mempertemukan perusahaan dan jobseeker, sistem ITnya, mengelola jobfair, dan banyak lagi. Tentunya, best practice dari BINUS, Universitas Negeri Lampung, UGM, Tel U, dan banyak pusat karir lainnya akan turut sharing dalam kesempatan CCOP 1.0 hari ini,” paparnya.


Salah satu peserta, Mustafa Ginting, dari Universitas Simaluhun Pematang Siantar mengatakan bahwa CCOP 1.0 membuka ruang bagi peserta yang dari pelosok negeri untuk mengembangkan pusat karir di perguruan tinggi masing-masing.


“Kami butuh informasi, jaringan, dan pelatihan seperti CCOP 1.0. Saya datang dari pelosok, dimana sulit bagi kami untuk mengelola pusat karir yang jauh dari pusat kota, kami tidak ingin lepas tangan, kami ingin membantu alumni kami mendapatkan karir yang mereka harapkan. CCOP 1.0 memberikan informasi, jaringan, dan pelatihan yang sangat kami butuhkan,” ujarnya ketika diwawancarai seusai kegiatan CCOP 1.0 hari pertama.


Sebagai salah satu peserta teraktif yang dinobatkan oleh para pemateri CCOP 1.0, Mustafa yakin, jejaring ICCN yang terjalin dalam perhelatan ini memiliki visi yang sama dalam mengurangi angka pengangguran di Indonesia.


“Acara CCOP 1.0 menjadi penting karena dengan adanya network ini, maka tujuan kita untuk mengurangi angka pengangguran di Indonesia lewat pelayanan dan pendirian pusat karir bisa terlaksana secara kolektif,” paparnya.