Fulca Veda













"Karenanya, kita perlu mengembangkan kompetensi mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi sesuai dengan iklim dunia kerja yang cenderung berubah setiap tahunnya," tambahnya.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut Prof. Ir. Bermawi turut mengapresiasi salah satu inovasi riset yakni Tracer Study Bidikmisi yang dilakukan oleh Divisi Riset ITB Career Center tahun lalu.

"
Melalui bimbingan Kepala Lembaga Kemahasiswaan, Bapak Dr. Eng. Sandro Mihradi, ITB telah melakukan tracer study bagi mahasiswa bidikmisi tahun lalu. Dari hasil riset tersebut kami menemukan bahwa alumni Bidikmisi memiliki kecerdasan yang sama, bahkan memiliki IPK yang lebih tinggi dari mahasiswa lain, meskipun datang dari lokasi yg jauh. Artinya, bisa dikatakan mahasiswa di pedesaan secara akademik tak jauh beda dari mahasiswa yang tjnggal di perkotaan, ini semua hanya masalah akses pendidikan, beasiswa Bidikmisi harus terus dilanjutkan," tuturnya.

Mengingat pentingnya tracer study bagi universitas, Presiden ICCN sekaligus Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi menegaskan bahwa tracer study tidak melulu dikerjakan untuk akreditasi semata.


"Tracer study tujuannya lebih dari sekedar untuk akreditasi. Tracer study mampu memberikan informasi bagi pengembangan perguruan tinggi, untuk evaluasi kebutuhan dan kompetensi mahasiswa di dunia pendidikan, sekaligus untuk menyajikan bukti empiris tentang alumni dan relevansinya terhadap dunia industri," ungkapnya.