Bandung, ICCN - Indonesia Career Center Network (ICCN) meluncurkan produk unggulan berupa Career Center Officer Program (CCOP), tahun ini. Program yang dibuat untuk ajang berbagi ilmu terkait pengelolaan pusat karir ini dibuat menjadi dua seri pelatihan, yakni CCOP 1.0 dan CCOP 2.0.


Hal ini disampaikan oleh Dr. Eng. Bambang Setia Budi, S.T., M.T selaku Direktur ITB Career Center sekaligus Presiden ICCN disela kegiatan mengajarnya di ITB.


“ICCN sebagai ajang berkumpulnya expertise yang berpengalaman dalam mengembangkan pusat karir di Indonesia, menginisiasi program CCOP sebagai produk unggulan ICCN mulai tahun 2018. Bekerja sama dengan ITB Career Center, kita susun CCOP sebagai pelatihan berseri; CCOP 1.0 dibuat khusus untuk membagi pengetahuan terkait pengelolaan pusat karir secara general, sedangkan CCOP 2.0 digunakan untuk memfasilitasi program pelatihan Tracer Study dan User Survey bagi perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” jelasnya, saat ditemui Jumat (25/5/3028).


Lebih jauh, Bambang menyebutkan bahwa pendirian pusat karir menjadi salah satu hal yang krusial dalam institusi perguruan tinggi untuk mempertemukan supply dan demand-nya.


“Menurut Kemenristek DIKTI ada sekitar 4300 perguruan tinggi di Indonesia, namun yang memiliki pusat karir hanya ada 550 perguruan tinggi saja. Dari jumlah itu, hanya sekitar 100-200 pusat karir yang aktif mengembangkan kegiatan dan layanannya secara kontinu. Padahal, pusat karir memiliki peran yang sangat penting, terutama dalam membantu mempertemukan alumni suatu perguruan tinggi dengan perusahaan atau pasar kerja di Indonesia,” imbuhnya.


Menurutnya, CCOP 1.0 menjadi salah satu event pelatihan yang akan membantu universitas dalam mendirikan ataupun mengelola pusat karir sehingga memiliki kegiatan yang melembaga dan berkelanjutan.


“Ada 10 program yang dihadirkan dalam pelatihan ini. Dalam CCOP 1.0 kita jelaskan bagaimana mendirikan pusat karirnya, apa saja layanannya, bagaimana proses bisnis di dalamnya, bagaimana mengelola sekaligus mempertemukan perusahaan dan jobseeker, bagaimana mengelola sistem IT dan sosial medianya, bagaimana mengelola career fair, dan sebagainya. Itu semua akan dibahas di CCOP 1.0 selama dua hari penuh pada 9-10 Juli 2018 di Aula Barat ITB. Staff dan akademisi perguruan tinggi, pengelola pusat karir yang sudah established, maupun praktisi/konselor yang baru akan mendirikan pusat karir sangat disarankan untuk mengikuti kegiatan CCOP 1.0 ini,” paparnya.


Meski begitu, Bambang menekankan bahwa tidak ada standardisasi pusat karir yang ditawarkan oleh ICCN dalam mengelola pusat karir di setiap universitas di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa setiap pusat karir bisa dijalankan sesuai karakteristik universitasnya masing-masing.


“Perguruan tinggi di Indonesia kan bentuknya beragam ada yang akademik, institut, universitas, dan politeknik, beberapa ada yang sudah well established, namun tak sedikit juga yang belum berkembang sama sekali. Di sisi lain, mendirikan pusat karir, akan sangat tergantung dari kesiapan pengelola perguruaan tingginya masing-masing. Karna itulah, pada CCOP 1.0, kita tampilkan best practice dari beberapa perguruan tinggi yang telah mumpuni dalam mengembangkan layanan pusat karirnya. Diharapkan, nantinya teman-teman peserta CCOP 1.0 akan bisa belajar mengembangkan pusat karir sesuai dengan spesifikasi atau karakteristik perguruan tingginya masing-masing,” ujarnya.